Hai sepupu jauhku !! Hai paribanku !!
Kalo aku ingat pertemuan kita di 2011 sungguh tidak ada yang menarik darimu, karena sesungguhnya kedatanganmu ke rumah sangat menggangguku.
Maafkan jika responku sangat buruk dan mungkin tidak beretika.
Saat itu tidak ada sapa hangat, yang ada hanya bersalaman lalu pergi tidur ke kamar tanpa ada basa-basi.
Maafkan jika responku sangat buruk dan mungkin tidak beretika.
Saat itu tidak ada sapa hangat, yang ada hanya bersalaman lalu pergi tidur ke kamar tanpa ada basa-basi.
Sungguh tidak ada yang spesial, tapi ntah kenapa aku mengingat semuanya. Bahkan aku mengingat pakaian apa yang kamu pakai saat itu.
Sepertinya kamu trauma, karena itu terakhir kalinya kamu berkunjung ke rumahku.
Setelah itu, hanya ada sapa ringan atau ejekan di facebook yang biasanya kamu mulai.
Sekedar hanya untuk menanyakan kabar atau hanya menanyakan "kapan lulus?" pertanyaan yang krusial untuk kita yang masih berkuliah saat itu. Sapa yang biasa ditanyakan mungkin sekali dua kali dalam dua tahun.
Time flies..
Akhirnya kita dapat menyelesaikan perkuliahan dengan permasalahannya masing-masing, dan kembali ber-sapa ria di Januari 2017, namun sapaan yang dulu hanya sekali setahun ini berubah menjadi seminggu sekali dan bahkan menjadi setiap hari.
Tidak ada yang spesial dari notifikasi pertama dari mu di awal Januari 2017 itu, namun lagi-lagi aku mengingatnya.
Sungguh saat menulis tulisan ini, aku menyadari betapa ingatanku sangat baik dalam merekam hal seperti ini, andai itu berlaku saat aku ujian. Mungkin aku bisa ikut tes CPNS dengan jalur cumlaude.
Ternyata sapaan di chat saja tidak cukup, sampai akhirnya kita memilih bandung untuk bertemu pertama kali setelah enam tahun lamanya tidak pernah berjumpa. Sudah banyak perubahan dari kamu, kamu tampak lebih dewasa dengan kemeja biru muda dan pastinya tidak sekurus yang dulu.
Aku sangat menikamti jalan-jalan dibandung waktu itu, bukan karena ada kamu yaa. Tapi karena aku suka jalan-jalan.
Bandung ternyata bukan yang terakhir, kita kembali merencanakan jalan-jalan ke tempat yang berbeda di Desember 2017. Waktu itu yang kita pilih adalah Bromo ! yeiyyyy aku memang sudah lama mau kesana.
Perjalanan ditempuh selama 5 hari, sebelum akhrinya sampai di Bromo kita mampir di Jogja dan Malang yeiiyyyy saat itu aku sangat excited!
Aku sangat excited , jelas bukan karena ada kamu yaa, tapi karena aku suka jalan-jalan :p
(demi mengurangi tingkat kenarsisanmu itu, kalimat seperti ini memang harus ditekankan berkali-kali)
Kata google, untuk tau karakter seseorang, ajaklah dia traveling. Dan sepertinya kata-kata itu benar adanya.
Sesungguhnya tidak ada maksud ber-traveling hanya untuk melihat karaktermu.
Namun dari situ aku tahu betapa kamu sangat bisa diajak bekerjasama dan tidak mengeluh saat berada di luar comfort zone mu.
Ya walaupun "traveling lima hari " itu tidak bisa menjadi tolok ukur seutuhnya, tapi aku suka hahaha :p
Semakin hari kita semakin dekat, sampai akhirnya kamu menyatakan perasaan yang sebenarnya sudah aku ketahui.
Untuk bisa berbicara langsung kepadaku sepertinya tidak mudah ya ?
Mungkin karena aku terlalu menyeramkan, sehingga kamu hanya berani mengungkapnya lewat whatsapp saja sebelumnya haha
Tapi apapun alasan mu waktu itu, sungguh aku berterima kasih atas keberanianmu.
Setahun setelah kejadian itu, aku bersyukur kita masih dalam keadaan baik, bahkan sangat baik.
Terima kasih sudah menguatkanku disaat terburukku
Terima kasih sudah menyempurnakanku disaat terbaikku
Hubungan yang baru setahun ini membuatku terus belajar untuk bisa menjadi sepadan.
Terima kasih sepupuku. Terima kasih sayangku.
Happy anniversary.
Aku mengasihimu, Jalyamsep Marbun :)
Tidak ada yang spesial dari notifikasi pertama dari mu di awal Januari 2017 itu, namun lagi-lagi aku mengingatnya.
Sungguh saat menulis tulisan ini, aku menyadari betapa ingatanku sangat baik dalam merekam hal seperti ini, andai itu berlaku saat aku ujian. Mungkin aku bisa ikut tes CPNS dengan jalur cumlaude.
Ternyata sapaan di chat saja tidak cukup, sampai akhirnya kita memilih bandung untuk bertemu pertama kali setelah enam tahun lamanya tidak pernah berjumpa. Sudah banyak perubahan dari kamu, kamu tampak lebih dewasa dengan kemeja biru muda dan pastinya tidak sekurus yang dulu.
Aku sangat menikamti jalan-jalan dibandung waktu itu, bukan karena ada kamu yaa. Tapi karena aku suka jalan-jalan.
Bandung ternyata bukan yang terakhir, kita kembali merencanakan jalan-jalan ke tempat yang berbeda di Desember 2017. Waktu itu yang kita pilih adalah Bromo ! yeiyyyy aku memang sudah lama mau kesana.
Perjalanan ditempuh selama 5 hari, sebelum akhrinya sampai di Bromo kita mampir di Jogja dan Malang yeiiyyyy saat itu aku sangat excited!
Aku sangat excited , jelas bukan karena ada kamu yaa, tapi karena aku suka jalan-jalan :p
(demi mengurangi tingkat kenarsisanmu itu, kalimat seperti ini memang harus ditekankan berkali-kali)
Kata google, untuk tau karakter seseorang, ajaklah dia traveling. Dan sepertinya kata-kata itu benar adanya.
Sesungguhnya tidak ada maksud ber-traveling hanya untuk melihat karaktermu.
Namun dari situ aku tahu betapa kamu sangat bisa diajak bekerjasama dan tidak mengeluh saat berada di luar comfort zone mu.
Ya walaupun "traveling lima hari " itu tidak bisa menjadi tolok ukur seutuhnya, tapi aku suka hahaha :p
Semakin hari kita semakin dekat, sampai akhirnya kamu menyatakan perasaan yang sebenarnya sudah aku ketahui.
Untuk bisa berbicara langsung kepadaku sepertinya tidak mudah ya ?
Mungkin karena aku terlalu menyeramkan, sehingga kamu hanya berani mengungkapnya lewat whatsapp saja sebelumnya haha
Tapi apapun alasan mu waktu itu, sungguh aku berterima kasih atas keberanianmu.
Setahun setelah kejadian itu, aku bersyukur kita masih dalam keadaan baik, bahkan sangat baik.
Terima kasih sudah menguatkanku disaat terburukku
Terima kasih sudah menyempurnakanku disaat terbaikku
Hubungan yang baru setahun ini membuatku terus belajar untuk bisa menjadi sepadan.
Terima kasih sepupuku. Terima kasih sayangku.
Happy anniversary.
Aku mengasihimu, Jalyamsep Marbun :)
0 komentar:
Posting Komentar